Read this Article in English: Click Here

 Informasi Penting

MCA-Indonesia meluncurkan CfP untuk memberikan Hibah Pembiayaan Bersama ET untuk proyek energi terbarukan terkoneksi dengan jaringan PLN (Proyek) agar proyek tersebut layak secara finansial, mencapai financial closure dan mempercepat pelaksanaannya.

Dalam rangka membantu tujuan kebijakan Pemerintah Indonesia, Hibah Pembiayaan Bersama ET diprioritaskan untuk Proyek yang memiliki kapasitas terpasang antara 1 hingga 10 MW . Dengan memperhatikan:

  • Telah memiliki minimal 70 persen dari lahan yang dibutuhkan;
  • Dapat menyelesaikan proyek secara substansial pada 1 April 2018 (pencairan dana lebih dari 60% dari Total Biaya Proyek dan komponen utama dari pembangkit listrik telah terpasang);
  • Apabila proyek tersebut bertenaga tenaga air, maka diharuskan telah menandatangani PPA (Power Purchase Agreement atau PBBL/Perjanjian Jual Beli Listrik) dengan PLN atau jika proyek tersebut merupakan proyek energi terbarukan selain tenaga air, maka proyek tersebut harus dalam tahap proses untuk mendapatkan Surat Penetapan dari Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia;

ATAU;

  • Telah mencapai COD tetapi memerlukan perbaikan untuk meningkatkan faktor kapasitas (capacity factor) atau faktor ketersediaan (availability factor).

Dalam CfP ini, MCA-Indonesia mengalokasikan total keseluruhan Hibah Pembiayaan Bersama ET senilai US $ 50,000,000. MCA-Indonesia memiliki kewenangan terhadap pemberian hibah namun seluruh hibah harus disalurkan sebelum 1 April 2018.

CfP dan dokumen terkait lainnya dapat diunduh di http://gp.mca-indonesia.go.id/re/commercial/call2/ setelah melakukan registrasi.

 

Informasi Mengenai Hibah Bantuan Teknis dan Persiapan Proyek

Hibah Bantuan Teknis dan Persiapan Proyek akan diberikan kepada Penerima Hibah dalam bentuk tunai berdasarkan bukti kemajuan persiapan proyek dan dana tersebut akan digunakan untuk mendapat jasa professional seperti:

  • Studi spesifik guna menjembatani kekurangan pada perancangan yang teridentifikasi dalam studi kelayakan (feasibility study/detailed feasibility study, FS/DFS). Hal ini antara lain termasuk survei teknis dan investigasi; rancangan teknik; analisa ekonomi dan finansial; kajian lingkungan, sosial dan gender, dan lifescape;
  • Pekerjaan tambahan yang terkait dengan kepatuhan terhadap standar kinerja lingkungan dan sosial IFC, berikut analisa ekonomi dan lifescape.

Dapatkan informasi lengkap dengan mengunduh (download) dokumen Undangan Pengajuan Proposal (Call for Proposal) yang tersedia setelah registrasi di sini:  http://gp.mca-indonesia.go.id/call2/formulir-aplikasi/